Tampaknya mayoritas umat Paulus di grup ini pura-pura tidak lihat paparan TS di sini, atau di sini, dan merasa nyaman-nyaman saja dalam iman Kristen mereka karena menganggap ANCAMAN ALLAH dalam 10 PERINTAH TUHAN tidak ada kaitannya dengan Krsiten, atau lebih menyedihkan lagi, terlanjur bebal sehingga tidak tau harus bagaimana merespons ANCAMAN ALLAH kepada mereka kecuali dengan dua cara yang selama ini mereka pahami, yakni pura-pura buta tuli sehingga tidak harus merespons, atau merespons tapi dengan metode OOT lalu membuat TS dalam TS guna mengalihkan topik.
Untuk itu, supaya mengerti essensi 5 dari 10 PERINTAH TUHAN yang seharusnya mereka sadari sebelum keburu mati, berikut adalah penjelasan dari Sekolah Minggu Gus Mendem & Kawan Kawan perihal 5 perintah dimaksud.
Perhatikan KITAB ULANGAN 5:6-11 berikut:
Untuk itu, supaya mengerti essensi 5 dari 10 PERINTAH TUHAN yang seharusnya mereka sadari sebelum keburu mati, berikut adalah penjelasan dari Sekolah Minggu Gus Mendem & Kawan Kawan perihal 5 perintah dimaksud.
Perhatikan KITAB ULANGAN 5:6-11 berikut:
[6] Akulah TUHAN Allahmu yang membawa kamu keluar dari Mesir, tempat kamu diperbudak.
Seperti ratusan pernyataan serupa di semua kitab-kitab suci agama Abrahamik, sekali lagi ALLAH menyatakan diri-Nya sebagai TUHAN ALLAHMU, atau ALLAH TUHANMU yang dengan sangat terang benderang menunjukkan bahwa satu-satu TUHAN adalah ALLAH, atau ALLAH adalah satu-satunya TUHAN!
Tapi umat Paulus dengan bebalnya menyatakan secara terang-terangan dalam pengakuan iman mereka bahwa ALLAH dan TUHAN adalah dua individu yang berbeda. Mereka mengaku menyakini bahwa yang disebut sebagai ALLAH adalah Bapa, sedangkan yang disebut sebagai TUHAN adalah Yesus.
[7] Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.
Tapi umat Paulus dengan bebalnya menyatakan secara terang-terangan dalam pengakuan iman mereka bahwa ALLAH dan TUHAN adalah dua individu yang berbeda. Mereka mengaku menyakini bahwa yang disebut sebagai ALLAH adalah Bapa, sedangkan yang disebut sebagai TUHAN adalah Yesus.
[7] Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.
Pengikut Paulus malah seenaknya menambahkan DUA TUHAN ALLAH lagi di samping ALLAH, yaitu Yesus dan Roh Kudus, lalu rame-rame menyembah ketiganya dalam format tuhan tritunggal layaknya umat Hindu yang secara terbuka mengaku menyembah tiga dewa trimurti. Tapi lucunya, umat bebal ini dengan penuh percaya diri rame-rame pula berdusta mengaku hanya menyembah SATU TUHAN yang mereka sebut sendiri sebagai tritunggal yang artinya adalah TIGA TUHAN yang dipaksa menjadi SATU.
[8] Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa saja yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi.
[8] Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa saja yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi.
Pengikut Paulus justru dengan sengaja membuat patung-patung yang menyerupai tiang salib, menyerupai Yesus, menyerupai ibunda Yesus, dan patung-patung lain yang menyerupai berbagai objek yang mereka anggap ada hubungannya dengan iman kristen mereka. Persis seperti yang dilakukan oleh para penyembah dewa-dewa Pagan yang mempercayai berbagai mitos tentang dewa-dewa di langit dan anak-anak dewa di bumi, yang sudah lebih dulu ada dan mengakar sangat kuat di tengah-tengah masyarakat Pagan pada jaman sebelum Paulus berhasil menciptakan apa yang hari ini kita kenal sebagai "Kristen" -- ajaran yang menyimpang jauh dari pokok-pokok ajaran Yesus karena dimodfifikasi sedemikian rupa sehingga berobah dari monoteistik absolut menjadi polyteistik terselubung -- serupa dengan kepercayaan Pagan.
Selanjutnya ada kelompok pengikut Paulus ini yang meletakkan patung Yesus di atas salib, ada yang tidak, tapi sama-sama berkhidmatnya ketika mengalungkannya di leher, men-tatto-nya di tubuh, menggantungnya di dinding rumah, meletakkannya di setiap sudut gereja, atau membangun patung-patung Yesus berukuran raksasa di mana saja mereka suka agar umat lain mengerti bahwa mereka sangat mendewakan Yesus yang mereka yakini adalah sosok ALLAH yang berinkarnasi menjadi makhluk hina, tempat bertumpuknya segala dosa, bergenre manusia!
Selanjutnya ada kelompok pengikut Paulus ini yang meletakkan patung Yesus di atas salib, ada yang tidak, tapi sama-sama berkhidmatnya ketika mengalungkannya di leher, men-tatto-nya di tubuh, menggantungnya di dinding rumah, meletakkannya di setiap sudut gereja, atau membangun patung-patung Yesus berukuran raksasa di mana saja mereka suka agar umat lain mengerti bahwa mereka sangat mendewakan Yesus yang mereka yakini adalah sosok ALLAH yang berinkarnasi menjadi makhluk hina, tempat bertumpuknya segala dosa, bergenre manusia!
[9] Jangan menyembah patung semacam itu karena Aku TUHAN Allahmu dan tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Umat Paulus benar-benar menentang perintah sangat tegas ini, dan dengan sangat jumawa pula menunjukkan pembangkangan mereka dengan cara terang-terangan menyamakan ALLAH dengan manusia Yesus berikut segala atribut yang mereka karang-karang sendiri berdasarkan hayalan para bapak moyang gereja, lalu menjadikan segala atribut hayalan atas diri Yesus itu sebagai pembenar untuk menyembah Yesus sebagai ganti menyembah ALLAH!
Padahal sangat jelas ALLAH sudah mengingatkan bahwa siapa pun yang membenci -- maksudnya yang tidak patuh pada-Nya -- akan dihukum. Hukuman ini tidak hanya berlaku pada si pendosa saja, tapi juga pada seluruh keturunannya sampai generasi keempat!
Padahal sangat jelas ALLAH sudah mengingatkan bahwa siapa pun yang membenci -- maksudnya yang tidak patuh pada-Nya -- akan dihukum. Hukuman ini tidak hanya berlaku pada si pendosa saja, tapi juga pada seluruh keturunannya sampai generasi keempat!
Ini artinya, jika keturunan generasi keempatnya juga masih sama bebalnya seperti kakek-nenek buyutnya menyembah ilah-ilah lain selain ALLAH, maka bayangkanlah bagaimana celakanya seluruh generasi keturunan mereka yang pasti akan menerima hukuman ALLAH secara turun-temurun tanpa ampun!
Dan tahukah mereka di mana ALLAH akan menghukum para pembangkang ini?
Tentu saja bukan di sorga! Tapi di neraka yang kedahsyatan tiap-tiap bentuk siksanya yang amat pedih tidak pernah terbayangkan oleh manusia mana pun yang masih hidup di dunia!
[10] Tetapi Aku menunjukkan kasih-Ku kepada beribu-ribu keturunan dari orang-orang yang mencintai Aku dan taat kepada perintah-Ku.
Sebaliknya, coba cermati. Beribu-ribu generasi keturunan umat mana yang kelak sudah pasti akan mendapatkan kasih sayang ALLAH di sorga karena menunjukkan keta'atan mutlak kepada-Nya? Umat mana yang bahkan sebelum lahir ke dunia sudah bersumpah di dalam rahim ibunya bahwa mereka akan tunduk, patuh, serta tidak akan pernah menyamakan ALLAH dengan apapun? Umat mana yang sepanjang hayatnya tidak henti berusaha semampunya untuk meneladani semua cara yang diajarkan oleh para nabi dan rasul ALLAH agar dapat menyempurnakan keta'atan mereka pada segala perintah dan larangan ALLAH?
Tanyakanlah ini kepada sebanyak-banyaknya ulama Yahudi atau ulama Islam!
[11] Jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan, sebab Aku, TUHAN Allahmu, menghukum siapa saja yang menyalahgunakan nama-Ku.
Tanyakanlah ini kepada sebanyak-banyaknya ulama Yahudi atau ulama Islam!
[11] Jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan, sebab Aku, TUHAN Allahmu, menghukum siapa saja yang menyalahgunakan nama-Ku.
Menyebut nama ALLAH secara sembarangan saja sudah ditegaskan-Nya sebagai perbuatan terlarang. Apalagi sampai menyalahgnakan nama-Nya untuk menipu! Tapi umat Paulus percaya bahwa berdusta demi kemuliaan ALLAH tidak seharusnya dihukum.
Berdasarkan keyakinan itu, maka tidak sedikitpun mereka merasa takut, apalagi merasa berdosa memfitnah ALLAH dengan cara menyamakan-Nya dengan ROH, menyamakannya dengan MANUSIA, menyatakan dalam iman mereka bahwa ALLAH memiliki anak tunggal bernama Yesus, mengarang cerita bahwa ALLAH telah menyerahkan kuasa-Nya atas sorga dan atas dunia kepada Yesus, dan ratusan karangan lain yang jelas-jelas menyelisihi ajaran semua nabi dan rasul ALLAH hasil tulisan pena palsu para bapak moyang gereja ke dalam sebuah buku bernama Bible.
Ironisnya, buku berisi berbagai ajaran pembangkangan terhadap ALLAH ini justru mereka klaim sendiri sebagai kitab suci dari ALLAH. Padahal ALLAH sudah menyatakan dengan amat tegas bahwa DIA adalah satu-satunya TUHAN yang berkuasa atas langit dan bumi, tidak ada yang lain! Dan ALLAH sendiri pula yang dengan tegas menyatakan bahwa DIA tidak sama dengan apa pun, apalagi dengan segala macam bentuk ciptaan-Nya sendiri!
Mendustakan ALLAH dengan berbagai ajaran seperti di atas itu jelas adalah perbuatan dosa yang amat besar, dan seperti sudah diperingatkan oleh ALLAH sendiri, siapa pun pelakunya pasti akan menuai hukuman yang tentunya jauh lebih besar lagi!
Baru dari yang sedikit ini saja, kita pun tidak habis-habisnya bertanya; bagaimana mungkin umat ini, yang sudah amat jelas memikul dosa sebesar di atas itu, tapi masih sedemikian bebalnya percaya begitu saja segala bualan Paulus bahwa kalau mati nanti pasti masuk sorga?
Berdasarkan keyakinan itu, maka tidak sedikitpun mereka merasa takut, apalagi merasa berdosa memfitnah ALLAH dengan cara menyamakan-Nya dengan ROH, menyamakannya dengan MANUSIA, menyatakan dalam iman mereka bahwa ALLAH memiliki anak tunggal bernama Yesus, mengarang cerita bahwa ALLAH telah menyerahkan kuasa-Nya atas sorga dan atas dunia kepada Yesus, dan ratusan karangan lain yang jelas-jelas menyelisihi ajaran semua nabi dan rasul ALLAH hasil tulisan pena palsu para bapak moyang gereja ke dalam sebuah buku bernama Bible.
Ironisnya, buku berisi berbagai ajaran pembangkangan terhadap ALLAH ini justru mereka klaim sendiri sebagai kitab suci dari ALLAH. Padahal ALLAH sudah menyatakan dengan amat tegas bahwa DIA adalah satu-satunya TUHAN yang berkuasa atas langit dan bumi, tidak ada yang lain! Dan ALLAH sendiri pula yang dengan tegas menyatakan bahwa DIA tidak sama dengan apa pun, apalagi dengan segala macam bentuk ciptaan-Nya sendiri!
Mendustakan ALLAH dengan berbagai ajaran seperti di atas itu jelas adalah perbuatan dosa yang amat besar, dan seperti sudah diperingatkan oleh ALLAH sendiri, siapa pun pelakunya pasti akan menuai hukuman yang tentunya jauh lebih besar lagi!
Baru dari yang sedikit ini saja, kita pun tidak habis-habisnya bertanya; bagaimana mungkin umat ini, yang sudah amat jelas memikul dosa sebesar di atas itu, tapi masih sedemikian bebalnya percaya begitu saja segala bualan Paulus bahwa kalau mati nanti pasti masuk sorga?
Subhanallah!
CATATAN:
Penjelasan di atas ini mengabaikan upaya pembenaran pengikut Paulus yang seperti biasa, akan berkelit dengan dalih bahwa yang disebut ALLAH dalam topik ini bukan ALLAH dalam Al-Quran, tapi ALLAH dalam Torah yang dikenal sebagai YHWH, sehingga memahaminya tidak boleh menggunakan konsep berlogika menurut ajaran Al-Quran.
Kenapa diabaikan?
Kenapa diabaikan?
Karena terbukti, dan dapat dibuktikan pula dari berbagai media publik, para ulama Yahudi sendiri menyatakan secara terbuka bahwa terlepas dari semua hayalan umat Paulus yang sok akrab dengan umat Yahudi mengaku-ngaku menyembah ALLAH Israel, sesungguhnya umat Yahudi menyembah satu-satunya ALLAH semesta alam yang benar, yaitu ALLAH yang sama dengan ALLAH yang disembah oleh umat Islam!
Bukan itu saja, umat Yahudi juga mengutuk habis segala ajaran dalam iman Kristen yang menuhankan Yesus dan Roh Kudus di samping ALLAH!
Karena itu, selama umat Paulus mengaku menyembah ALLAH Israel tapi dalam format iman trinitas mereka, maka baik umat Yahudi maupun umat Islam sama-sama menyatakan dengan tegas bahwa umat Paulus dipastikan menyembah ALLAH yang SALAH!
Bukan itu saja, umat Yahudi juga mengutuk habis segala ajaran dalam iman Kristen yang menuhankan Yesus dan Roh Kudus di samping ALLAH!
Karena itu, selama umat Paulus mengaku menyembah ALLAH Israel tapi dalam format iman trinitas mereka, maka baik umat Yahudi maupun umat Islam sama-sama menyatakan dengan tegas bahwa umat Paulus dipastikan menyembah ALLAH yang SALAH!
Sedangkan konsekuensi dari menyembah ALLAH yang SALAH, yakni ALLAH yang mereka CIPTAKAN SENDIRI, adalah menjadi penghuni kekal neraka milik ALLAH yang BENAR!
Jelas ya?
Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini? Silahkan tulis komentar.


0 Komentar