Karena Allah adalah satu-satunya Tuhan, maka tentu saja Dia tidak berfirman kepada Tuhan lain atau Allah lain, - apalagi kepada diri-Nya sendiri - kecuali hanya kepada makhluk ciptaan-Nya.
Ini adalah dalil absolut menurut logika akal sehat dan didukung pula oleh pernyataan kitab yang dianggap suci oleh umat yang mengaku sebagai Kristen!
Artinya, ketika Allah berfirman, maka yang menerima firman tsb sudah pasti adalah makhluk cipaan-Nya.
Dalam kitab Kristen - antara lain dalam Yohanes 12:49-50 dan Yohanes 17:8 - tertulis dengan amat jelas bahwa Yesus Kristus mengaku menerima firman Allah.
Yohanes 12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. 12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."
Yohanes 12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. 12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."
Yohanes 17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Dengan demikian maka menjadi amat jelas pula bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan Allah yang sudah pasti bukan firman Allah, apalagi Allah itu sendiri!
Ini juga merupakan dalil absolut menurut logika akal sehat dan didukung pula oleh kitab yang dianggap suci oleh umat yang mengaku sebagai Kristen!
Jadi, jika ada umat Paulus yang mengaku-ngaku sebagai pengikut Yesus Kristus, tapi sotoy menentang dua dalil yang menurut Yesus Kristus sendiri sama-sama absolutnya, maka sudah pasti imannya bersandar pada dalil yang salah, dan kesalahannya merupakan kesalahan yang absolut pula!
Masa sih, ada firman yang menerima firman?
Logikanya cuma sederhana itu sebenarnya!
Masih ada yang mau bantah?
Monggo, silahkan!
Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini? Silahkan tulis komentar.


0 Komentar