Sering kita dengar pengkritik Islam, terutama dari kalangan penginjil Kristen, terus mengulang-ulang tuduhan yang intinya coba mengekspose: “Surga Islam cuma soal 72 bidadari, tujuan masuk surga hanya nafsu semata.” Padahal, sejatinya tudingan mereka tsb jelas salah kaprah yang didasari oleh dua kekeliruan serius:
1. Salah paham ajaran Islam, dan
2. Terlalu sempit memaknai makna surga itu sendiri.
❤ Fakta Tentang “72 Bidadari”
- Al-Qur’an tidak pernah menyebut angka 72 sama sekali. Ia hanya menyebutkan adanya pasangan suci bernama hurul ‘ain sebagai salah satu nikmat, tanpa jumlah pasti.
- Angka itu muncul dalam satu riwayat hadis yang tidak disepakati keotentikannya oleh mayoritas ulama; banyak menilainya lemah atau bukan sumber utama.
- Lebih penting lagi, Bidadari hanyalah satu di antara jutaan kenikmatan surga, bukan inti atau satu-satunya tujuan. Yang utama adalah kedekatan dengan Allah, kedamaian kekal, kesehatan sempurna, makanan/minuman terbaik, bersatu kembali dengan keluarga, dan segala keinginan baik yang tak terbayangkan manusia di dunia.
- Bahkan bagi yang sudah beristri di dunia: istri yang beriman akan diangkat lebih indah dari bidadari, menjadi pendamping utama di surga. Jadi konsepnya bukan “bertambah selir”, tapi kesempurnaan hubungan kekal.
✍Dua Pandangan Surga yang Sering Dibandingkan
• Versi Islam: Surga adalah tempat pemenuhan sempurna, tempat hukum larangan dunia dicabut. Apa yang ditekankan selama hidup agar dijauhi demi ujian, di sana dikembalikan dalam kualitas ribuan kali lebih tinggi, tanpa lelah, tanpa dosa, tanpa batas. Memuji Tuhan tetap ada, tapi dibarengi kenikmatan lahir dan batin yang melimpah.
• Versi mayoritas Kristen: Surga digambarkan sebagai tempat hanya memuji Tuhan tanpa henti, selamanya tidak makan, tidak minum, tidak bersuami istri, tidak merasakan kenikmatan duniawi. Jika dipikir logis: apakah kekekalan tanpa variasi kesenangan bukan menjadi “penjara kebosanan”? Padahal balasan seharusnya lebih baik daripada ujian.
🎯 Kesimpulan
Mengejek Islam hanya lewat “72 bidadari” itu persis seperti menilai lautan luas hanya dari satu tetes air. Itu cuma bagian kecil, bukan inti. Muslim mengharap masuk surga bukan demi bidadari, tapi demi ridha Allah dan kehidupan sempurna yang menyeluruh - di mana segala kebaikan dan kenikmatan terwujud tanpa cacat - untuk selama-lamanya.
Jadi, ketika Kristen menganggap surga Islam cuma soal 72 bidadari, itu jelas menunjukkan bahwa dia pasti lebih banyak belajar Islam dari meme internet daripada dari Muslim, apalagi dari Al-Qur'an. Sebab Al-Qur'an menggambarkan surga sebagai puncak seluruh kebahagiaan. Tidak ada kematian, tidak ada penderitaan, tidak ada kebencian, tidak ada kelelahan, semua keinginan terpenuhi, dan yang tertinggi adalah keridaan Allah. Bidadari hanyalah salah satu nikmat di antara begitu banyak kenikmatan. Berbeda jauh dengan sorga Kristen yang luar biasa sangat membosankan karena cuma tempat bernyanyi - siang dan malam memuji Tuhan - untuk selama-lamanya.
Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini? Silahkan tulis komentar.



0 Komentar