Tomas berseru: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Walaupun susunan kalimatnya terdengar sangat janggal di telinga kita, tapi para Penginjil tidak perduli. Mereka rame-rame menyatakan bahwa itu adalah bukti solid keilahian Yesus! Sepintas, klaim mereka terdengar meyakinkan jika pembaca cuma fokus pada Yohanes 20:28 itu saja. Tapi jika dibedah satu perikop penuh, justru membuat klaim itu langsung ambyar, morat-marit!
Berikut adalah poin-poin yang disodorkan oleh Gus Mendem dalam dialog ringan dengan seorang apologis senior Kristen hampir satu dasawarsa yang lalu sebagai counter-claim Kristen yang menjadikan ucapan Tomas sebagai justifikasi keilahian Yesus:
I. Tomas bukan mau membuktkan Yesus adalah Tuhan, tapi ingin memastikan bahwa Yesus Bukan hantu
Cek kronologi Yohanes 20:24-25. Tomas kabur waktu penangkapan, dia tidak menyaksikan penyaliban, dia cuma tahu telah terjadi penyaliban terhadap Yesus dari "kabar burung" yang menyiarkan berita bahwa guru mereka mati disalib. Jadi, ketika tiga hari setelah peristiwa itu murid lain berkata; "kami melihat Tuhan", tentu saja Tomas mengira teman-temannya melihat hantu. Karena yang dia pahami tiga hari senbelumnya Yesus dikabarkan sudah mati.
Itu sebabnya kenapa Tomas berkata: "Sebelum aku lihat bekas paku dan cucukkan jariku ke lambung-nya, aku nggak percaya."
Ketika seminggu kemudian Yesus datang lagi, beliau yang mengetahui isi hati Tomas berkata: "Taruh jarimu, lihat tangan-Ku". Tomas kaget luar biasa, bukan karena melihat hantu, tapi karena gurunya yang dia kira sudah mati ternyata masih hidup, masih berupa daging, sama sekali bukan hantu seperti yang ia bayangkan!
Reaksi naluriah orang ber-Tuhan waktu melihat hal-hal mustahil dan luar biasa, bagaimana?
Tomas Terksesima, dan saking takjub, secara naluriah ia berujar, "Ya Tuhanku dan Allahku!", persis seperti kebanyakan orang bila mengalami peristiwa menakjubkan seperti itu.
Dalam bahasa sehari-hari kita: "Ya Allah! Ya Tuhanku, ternyata kamu masih hidup!" dapat dipahami sebagai dua kalimat yang terpisah: Satu ke Yesus; "Ternyata engkau masih hidup?", dan satu lagi ke Allah; "Ya Allahku, terima kasih telah menyelamatkan guruku."
II. Orang Yahudi Diharamkan Menyebut Nama Allah Secara Sembarangan
Ini fatal! Tomas itu Yahudi taat. Dalam Taurat ada larangan keras: Jangan menyebut nama TUHAN Allahmu dengan sembarangan (Keluaran 20:7)
Masa seorang murid Yesus yang paham betul larangan ini, tiba-tiba lancang menyebut gurunya sendiri sebagai "Allah" di depan 10 murid lain, dan Yesus diam saja? Justru ini adalah bukti kuat bahwa ucapan Tomas itu bukan pengakuan ketuhanan, tapi seruan takjub.
Kata "Oh My God" itu bukan tradisi Yahudi purba, itu istilah Barat belakangan. Jadi terjemahan Yunani "ho Theos mou" dipaksa jadi doktrin.
III. Jika Benar Tomas Mengakui Yesus adalah ALLAH, Kenapa Dia dan Seluruh Murid Yesus Lainnya Tidak Ada Yang Menyembah Yesus Setelah Peristiwa Itu?
Ini tantangan maut dari Gus Mendem:
Setelah peristiwa Tomas menyebut kata "Ya Tuhanku dan Allahku" di hadapan 10 sahabatnya, apakah kemudian dia, atau salahsatu, atau seluruh murid-murid Yesus menganggap Yesus benar-benar sebagai Allah, untuk selanjutnya menyembah sang guru seperti yang dilakukan oleh semua pengikut Paulus hingga hari ini?
Faktanya? Tidak! Dalam Kisah Para Rasul, murid-murid tetap shalat di Bait Allah, tetap menyebut Yesus sebagai "Hamba Allah" (KPR 3:13), bukan Allah itu sendiri. Jika Tomas dianggap mendeklarasikan Yesus adalah Allah, seharusnya saat itu juga semua murid sujud liturgi. Yang tertulis di Lukas 24:52 "mereka sujud menyembah" itu pun merupakan topik perdebatan tekstual para sarjana, apakah "menyembah" atau sekedar "memberi hormat". Karena sujud menyembah dan sujud memberi hormat adalahh dua hal yang sangat berbeda.
IV. Yesus Membantah Telak Klaim Ngasal Kristen
Tiga jam sebelum bertemu Tomas, di ayat yang sama Yesus berkata kepada Maria Magdalena:
"Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." (Yohanes 20:17 )
Logika tauhidnya jelas: Bagaimana mungkin Tomas menyebut Yesus "Allahku" sementara Yesus sendiri punya Allah? Yesus punya Tuhan yang sama dengan Tuhannya Tomas. Jadi, tentu saja menjadi sangat mustahil "Allahku" yang dimaksud oleh Tomas adalah Yesus.
Ditambah lagi dalam Markus 12:29 Yesus berseru: "Dengarlah hai Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa."
V. Siapa Sebenarnya Penulis Yohanes 20 Ini?
Autentikasi penulis injil Yohanes yang konon katanya adalah Yohanes putra Zebedeus masih menjadi perdebatan seru di antara para sarjana Alkitab, dan lebih banyak yang meragukannya
Injil Yohanes ditulis 70-100 tahun setelah peristiwa yang dikisahkannya itu, bukan dalam bahasa Ibrani/Aram Yesus, tapi bahasa Yunani. Penulisnya bahkan bukan saksi mata langsung. Jadi kita tidak bisa memastikan 100% bahwa Tomas memang mengucapkan kalimat persis seperti itu, atau sebenarnya itu adalah redaksi karangan penulis sendiri yang sudah punya teologi tinggi di akhir abad ke-1M.
Kesimpulan Muslim Terpelajar:
Tomas tidak menyembah Yesus. Dia kaget, bersyukur kepada Allah karena gurunya yang dia sangka sudah mati ternyata masih hidup - sesuai doa Islam, Allah menyelamatkan nabi Isa (as) dari tipu daya. Ucapan itu bukan proklamasi "Yesus adalah Allah", tapi sebagai ungkapan rasa takjub luar biasa dan rasa syukur yang sangat dalam. "Ya Tuhanku, Ya Allahku, terima kasih Engkau telah menyelamatkan guruku!"
Makanya Yesus tidak protes, karena Yesus paham itu bukan ucapan yang dimaksudkan sebagai penyembahan terhadap dirinya. Pada ayat 29, yang dikomentari oleh Yesus bukan "wah akhirnya kamu sembah aku", tapi: "Karena engkau telah melihat Aku masih hidup, maka sekarang engkau percaya."
Dan seandainya Kristen mau menggunakan sedikit saja akal yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada mereka, maka mereka akan mengerti bahwa ucapan Yesus dalam Yohanes 20:29 itu menyiratkan dengan jelas bahwa Yesus tidak mati di salib!
Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini? Silahkan tulis komentar.


0 Komentar