Dalam bahasa Arab, Islam (الإسلام) adalah istilah atau sebutan untuk menggambarkan ketundukan, kepatuhan, dan penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah.
1. MAKNA SECARA ETIMOLOGIS
Berdasarkan pembentukan katanya, Islam memiliki beberapa arti turunan:
- Aslama (Ø£َسْÙ„َÙ…َ): Merupakan bentuk asal kata Islam yang berarti berserah diri, menyerahkan diri, atau tunduk patuh.
- Salima (سَÙ„ِÙ…َ): Berarti selamat, sentosa, atau terbebas dari cacat/bahaya.
- Salam (سَÙ„َام): Berarti damai atau kedamaian.
- Silm (سِÙ„ْÙ…): Berarti ketenangan atau kepasrahan.
2. MAKNA SECARA TERMINOLOGIS
Dalam konteks agama, Islam berarti ketundukan dan kepasrahan total kepada kehendak Allah SWT. Seseorang yang melakukannya disebut sebagai Muslim (مسلم), yang secara harfiah berarti "orang yang berserah diri".
Umat Islam menyebut para Nabi, termasuk Abraham, Ishmael, Ishak, dan semua keturunan mereka adalah "Muslim".
Berdasarkan arti bahasanya, sebutan Muslim bagi Nabi Ibrahim (Abraham) dan keturunannya merujuk pada esensi Islam sebagai sikap hidup, bukan sekadar nama institusi agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Penjelasan Terminologis
Secara terminologi Arab, Muslim adalah siapa saja yang melakukan Istislam (penyerahan diri total) kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena para Nabi terdahulu (Ibrahim, Ismail, Ishak, dll.) memiliki integritas ketundukan yang sempurna kepada perintah Allah, maka secara teknis dan hakiki mereka adalah seorang Muslim.
Dalam perspektif Al-Qur'an, Islam adalah agama tauhid yang satu, yang dibawa oleh seluruh nabi sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad.
3. DALIL DAN BUKTI DALAM AL-QURAN
Berikut adalah beberapa ayat yang mempertegas klaim tersebut dalam Al-Quran.
Penegasan Identitas Nabi Ibrahim (QS. Ali Imran: 67)
Ayat ini secara eksplisit membantah klaim bahwa Ibrahim adalah Yahudi atau Nasrani:
"Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus (hanif) lagi berserah diri (Muslim) dan dia bukanlah termasuk orang-orang musyrik."
Wasiat Ibrahim dan Yakub (QS. Al-Baqarah: 132)
Nabi Ibrahim dan Nabi Yakub (keturunannya) memesankan identitas ini kepada anak-anaknya:
"Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. 'Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim'."
Doa Ibrahim dan Ismail saat membangun Ka'bah (QS. Al-Baqarah: 128)
Mereka berdoa agar diri dan keturunan mereka menjadi Muslim:
"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri (Muslimin) kepada-Mu dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang berserah diri (Muslimah) kepada-Mu..."
Pernyataan Nabi Yakub kepada anak-anaknya (QS. Al-Baqarah: 133)
Termasuk Ishak yang disebutkan dalam pembicaraan tersebut:
"Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut... Mereka menjawab: 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) kepada-Nya berserah diri (Muslimun)'."
4. DALIL DAN BUKTI DALAM ALKITAB
Berikut adalah beberapa ayat yang mempertegas klaim tersebut dalam Al-Quran.
Abraham: Ketaatan Tanpa Ragu
Sikap Abraham yang meninggalkan tanah airnya dan kesediaannya mengorbankan anaknya adalah bentuk penyerahan diri total yang identik dengan makna "Muslim".
Kejadian 12:1, 4: "Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: 'Pergilah dari negerimu... ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.' Lalu bergilah Abram sebagaimana difirmankan TUHAN kepadanya".
Kejadian 22:12: Saat Abraham hendak mempersembahkan
Ishak, malaikat TUHAN berkata: "...sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku".
Ibrani 11:8: Penjelasan di Perjanjian Baru menegaskan ketaatannya: "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat... ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui".
Ismael: Kepatuhan pada Hukum Tuhan
Ismael menunjukkan kepatuhan langsung pada perintah Tuhan yang diterima melalui ayahnya, Abraham.
Kejadian 17:23: Ketika Allah memerintahkan sunat sebagai tanda perjanjian, Ismael segera melakukannya: "Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya... lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya".
Ishak: Penyerahan Diri Total saat Ujian
Dalam Alkitab, Ishak digambarkan sebagai sosok yang tidak melawan dan berserah sepenuhnya saat akan dikurbankan oleh ayahnya.
Kejadian 22:9: "Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api".Konteks: Penafsir Alkitab mencatat bahwa sebagai pemuda yang kuat, Ishak bisa saja melawan, namun ia memilih untuk tunduk dan berserah pada kehendak Allah dan ayahnya.
Ishak dan Yakub: Konsistensi dalam Ibadah
Keturunan Abraham terus menunjukkan identitas sebagai orang yang menyembah Tuhan yang satu (Tauhid).
Kejadian 26:25: Ishak menunjukkan kepatuhannya dengan mendirikan tempat ibadah: "Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ...".
Kejadian 28:20-21: Yakub (anak Ishak) berikrar menyerahkan hidupnya: "Jika Allah akan menyertai dan menjaga aku... dan TUHAN akan menjadi Allahku".
Dalam terminologi Arab, semua tindakan "mendengar dan melakukan" (Sami'na wa Atha'na) yang ada dalam ayat-ayat di atas adalah definisi dari Islam. Dengan demikian, maka jelaslah alasan kenapa umat Islam percaya bahwa pada prinsipnya semua nabi beragama Islam dan semua Nabi adalah Muslim.
Umat Kristen yang tidak terima dan menolak keras fakta ini, apalagi sampai mengolok-oloknya, jelas adalah orang-orang yang tidak belajar apa pun tentang teologi dan imannya sendiri!
Semoga mencerahkan.
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk.
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk.
[Dari catatan lama Gus Mendem]
Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini? Silahkan tulis komentar.


0 Komentar