Ada satu tantangan dari Syaikh Ahmad Deedat kepada umat Kristen di seluruh dunia yang setelah beliau wafat, diteruskan oleh Dr. Zakir Naik yang membuat para pendeta dan pastor tambah puyeng tujuh keliling, yaitu:
Tunjukkan satu ayat saja dalam Bible yang mencatat ucapan Yesus, "Aku Tuhan, sembahlah Aku!"
Karena memang tidak ada, dan oleh karena itu maka menjadi jelas lah bahwa sesungguhnya memang tidak ada ayat-ayat Bible yang mendukung klaim ketuhanan Yesus, lalu muncul lah respons "putus asa" yang sangat menyedihkan dari para pemikir Kristen dalam upaya mereka "mematahkan" tantangan tsb dengan cara mengajukan pertanyaan balik sebagai tandingan:
Tunjukkan satu ayat saja dalam Bible yang mencatat ucapan Yesus, "Aku bukan Tuhan, jangan sembah aku!"
Ini adalah tantangan konyol, dan lebih konyol lagi karena ternyata diadopsi dan diteruskan pula oleh banyak laskar Paulus, bahkan ada yang dengan jumawa menambahkan tantangannya dengan pernyataan:
"Jika dalam alkitab ditemui ayat Yesus secara tegas menyatakan dirinya bukan Tuhan dan melarang manusia menyembahnya, maka hari ini juga saya dan seluruh keluarga akan murtad tinggalkan agama Kristen!"
Kenapa disebut konyol?
Begini: Setelah belasan tahun lamanya ribuan orang coba mencari dan meneliti ayat-ayat Bible untuk menjawab tantangan Syaikh Ahmad Deedat tsb, ternyata dari 35.556 ayat dalam 73 kitab Katolik dan dari 31.102 ayat dalam 66 kitab Protestan, tidak pernah ditemukan satu ayat pun yang mencatat secara eksplisit ucapan Yesus: "Aku Tuhan, sembahlah Aku!", bahkan tidak ditemukan pula ayat-ayat lain yang sama maknanya dengan itu. Artinya, secara faktual-alkitabiah terbukti Yesus tidak pernah mengaku-ngaku sebagai Tuhan, apalagi sampai minta disembah!
Dengan demikian, semua klaim ketuhanan Yesus dan segala bentuk ritual penyembahan kepada Yesus yang dilakukan oleh puluhan ribu denominasi Kristen di muka bumi ini dipastikan bukan berasal dari ajaran Yesus!
Dalam Perjanjian Lama; Allah - Tuhan yang seumur hidup disembah oleh Yesus - dengan tegas dan sangat jelas menyatakan diri-Nya sebagai satu-satunya Tuhan dan hanya Dialah satu-satunya yang berhak untuk disembah. Pernyataan sekaligus perintah ini dapat kita temui antara lain dalam kitab Keluaran 20:2-3.
"Akulah Tuhan, Allahmu ... dst. Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja!"Dalam Perjanjian Baru; Yesus - yang juga dengan jelas bersaksi bahwa dirinya hanya utusan Allah yang seumur hidup ia sembah - dengan tegas dan sangat jelas pula menyatakan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang benar, dan hanya kepada Dialah segala makhluk harus berbakti (menyembah). Pernyataan sekaligus perintah ini dapat kita temui antara lain dalam Yohanes 17:3, Matius 4:10 dan Lukas 4:8
" ..... Bapa satu-satunya Allah yang benar ... dst. Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
Artinya, Alkitab sendiri menunjukkan bukti sangat jelas bahwa tidak ada ilah-ilah atau Tuhan lain yang berhak dan wajib untuk disembah kecuali hanya Allah! Oleh karena itu, jika umat Kristen (baca: pengikut Paulus) tetap memaksa Yesus harus menjadi Tuhan, dan kepadanya segala bentuk penyembahan oleh jemaat gereja harus dialamatkan dengan berpijak pada asumsi pembenar - atau dalih - bahwa Yesus tidak pernah berkata: "Aku bukan Tuhan, jangan sembah aku!", maka di sinlah letak kekonyolan itu!
Kenapa? Karena pada masa Yesus masih berada di tengah-tengah kaumnya, dan setiap hari keluar masuk kampung untuk mewartakan "Shema Yisrael", yaitu seruan agar umat Israel berbakti hanya kepada Allah, satu-satunya Tuhan yang benar, tidak seorang pun dari kaumnya yang menganggap Yesus adalah Tuhan, apalagi sampai menyembahnya seperti yang dlakukan oleh pengikut Paulus hingga dewasa ini. Semua orang tahu, seperti pengakuan Yesus sendiri, bahwa ia seorang Nabi, atau utusan Allah, khusus dan sangat terbatas hanya untuk bangsa Israel saja. Itu sebabnya kenapa Yesus tidak pernah - karena memang tidak perlu - berkata: "Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku!" karena sejatinya ia memang bukan Tuhan, melainkan hanya seorang anak manusia yang lahir dari rahim seorang manusia.
Klaim "Yesus adalah Tuhan" baru muncul secara luas 292 tahun setelah Yesus sendiri tidak ada di bumi, sebagai produk kesepakatan Munas Terbatas antara para Bapak Moyang Gereja Awal dengan Kaisar Konstantin pada konsili Nicea yang diadakan tahun 325M.
Andaikata waktu itu Yesus masih berada di tengah-tengah kaumnya, walaupun tentu saja sudah amat renta dalam usianya yang 325 tahun, pastilah ia akan dengan sangat tegas berseru; "Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku!" Tapi karena ia tidak pernah mengetahui bahwa dirinya dinobatkan menjadi Tuhan tiga abad setelah kepergiannya, maka tidak ada satu kitab pun di dunia ini yang memiliki catatan bahwa Yesus pernah berseru; "Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku!"
Kendati demikian, Alkitab mencatat beberapa "petunjuk" dari Yesus tentang orang-orang yang menuhankannya antara lain dalam Matius 7:21-23.
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Ya! Yesus memang tidak pernah mengenal umat Kristen, karena kata "Kristen" itu sendiri baru muncul setelah lama Yesus tidak ada. Yesus tidak pernah mengenal kata Trinitas dan penuhanan terhadap dirinya dalam doktrin-doktrin kekristenan, karena semua itu adalah ajaran Paulus dan seluruh kroninya.
Pesan Yesus dalam Yohanes 20:17 sangat jelas; meminta Maria mengabarkan kepada seluruh muridnya bahwa dia kembali kepada Bapanya yang dia sebut adalah Bapa bangsa Israel, dan kepada Tuhannya yang dia sebuat adalah Tuhan bangsa Israel.
Ini menunjukkan kepada kita bahwa Yesus secara lugas menyatakan kesetaraannya dengan seluruh umat manusia, bukan dengan Tuhan seperti angan-angan umat Kristen, karena seperti pengakuannya sendiri; dia adalah anak manusia - sama seperti kita semua - yang sama-sama mendapat perintah untuk hanya menyembah Tuhan yang disembah oleh semua Nabi.
Jelas ya?
Salam bangi umat yang mewngikuti petunjuk!
Salam bangi umat yang mewngikuti petunjuk!
Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini? Silahkan tulis komentar.


0 Komentar