Ketika ditanya; siapa yang memberi sebutan kepada Yesus sebagai Allah, sebagai Anak Domba Allah, sebagai Utusan, sebagai Firman Yang Hidup, sebagai Pembawa Terang, sebagai Penebus Dosa Dll; seorang Nico Paman Budiman benar-benar nekad memfitnah Yesus yang sudah tegas-tegas bersaksi bahwa dirinya adalah anak manusia, tapi tetap saja dipaksa menjadi Tuhan!
Untuk menjustifikasi klaim ngasalnya tsb, laskar Paulus kepala pentol korek yang satu ini mengutip Matius 8:20-22 TB sbb:
[20] Yesus berkata kepadanya: ”Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
[21] Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: ”Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
[22] Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”
Lalu dia menegaskan begini:
Pada ayat 21: Murid-Nya berkata "Tuhan". Jadi murid-Nya menyebut Yesus dengan sebutan Tuhan. Apakah Yesus komplain? Sama sekali tidak, karena Yesus tahu bahwa diri-Nya adalah Tuhan.
Tapi apakah penegasannya ini valid untuk dijadikan sebagai dalil pembenar ketuhanan Yesus? Mari kita lucuti satu-per-satu sampai ke celana dalam pentol korek ini begini:
[1]. MAT 20: Jelas sekali Yesus berkata bahwa dirinya adalah anak manusia.
[2]. Yang konon katanya memanggil Yesus dengan sebutan "Tuhan" adalah "salahsatu" muridnya, tapi tidak disebutkan namanya. Artinya, sebutan "Tuhan" tidak berasal dari Yesus.
[3]. Kenapa Yesus tidak komplain disebut sebagai Tuhan? Karena kata "Tuhan" dalam MAT 21 itu sesungguhnya tidak pernah ada kecuali dalam Biblos terjemah bahasa Indonesia.
Dalam Biblos "asli" sebutannya adalah Κύριε (dibaca: Kyrie) yang terjemah benarnya dalam bahasa Indonesia adalah "Tuan" atau dalam terjemah bahasa Inggrisnya yang benar adalah "Master" atau "Lord".
Nah, guru mana pada jaman itu yang merasa perlu komplain jika dirinya dipanggil dengan sebutan Tuan atau Master? Lain halnya jika sang murid anonim itu menyebut sang guru sebagai "Tuhan", sudah pasti mulutnya akan langsung ditabok oleh Yesus! 

Bertolak belakang sangat jauh dengan keyakinan Nico Paman Budiman yang mati-matian memaksa Yesus harus menjadi Tuhan; Kefas, pemimpin seluruh murid Yesus - yang namanya diganti oleh bapak moyang gereja menjadi Petrus - dengan tegas menyatakan bahwa Yesus adalah hamba Allah, persis sama kedudukannya dengan kita semua! Begini dia menegaskannya:
"Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan." (KPR 3:13)
"Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu." (KPR 3:26)
"Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi," (KPR 4:27)
Sampai di sini bagaimana?
Apakah iman kristen menurut keyakinan Nico Paman Budiman dan seluruh laskar Paulus sudah benar di mata Allah, di mata Yesus, dan di mata keduabelas murid Yesus? Jawabnya: SALAH BANGET!
Lalu apa kata Yesus di akhirat nanti kepada Nico Paman Budiman dan seluruh umat manusia yang hari gini masih Kristen?
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23)
Pertanyaannya: Akan kemana kalian setelah mati nanti kalau bukan ke neraka?
Mikir Ten!
MIKIR!!!
Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini? Silahkan tulis komentar.


0 Komentar