Mengapa Nabi Isa yang Membunuh Dajjal, Bukan Nabi Muhammad?

Mengapa Nabi Isa yang Membunuh Dajjal, Bukan Nabi Muhammad?

Pertanyaan ini sering muncul, terutama dari kalangan Kristen yang menganggap bahwa tugas nabi Isa alaihisalam membunuh Dajjal menunjukkan kedudukannya yang lebih tinggi daripada nabi lainnya.

Namun dalam ajaran Islam, persoalannya bukan tentang "siapa yang lebih tinggi", melainkan tentang peran yang Allah tetapkan untuk masing-masing nabi.


1. Membunuh Dajjal Bukan Ukuran Derajat Kenabian

Dalam Islam, kemuliaan seorang nabi tidak diukur dari siapa yang membunuh musuh tertentu.

Sebagai contoh:

  • Nabi Nuh tidak membelah laut.
  • Nabi Musa tidak dilahirkan tanpa ayah.
  • Nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang tidak dimiliki nabi lain.
  • Nabi Muhammad ï·º menerima Al-Qur'an sebagai wahyu terakhir dan menjadi penutup para nabi.

Setiap nabi memiliki tugas dan mukjizat yang berbeda sesuai hikmah Allah.

Karena itu, fakta bahwa Nabi Isa kelak membunuh Dajjal tidak otomatis berarti beliau lebih tinggi daripada Nabi Muhammad ï·º.

2. Mengapa Justru Nabi Isa yang Ditugaskan Mengalahkan Dajjal?

Dalam keyakinan Islam, Dajjal akan muncul dengan membawa fitnah terbesar dalam sejarah manusia. Salah satu sebab fitnah itu begitu besar adalah karena banyak manusia akan terjebak dalam berbagai klaim tentang identitas dan ketuhanan.

Di sinilah Allah mengembalikan Nabi Isa ke bumi.

Beliau kembali bukan membawa agama baru, melainkan sebagai saksi hidup yang membantah berbagai penyimpangan yang berkembang atas dirinya.

Karena itu, Rasulullah ï·º menjelaskan bahwa ketika turun nanti, Nabi Isa akan:

  • mematahkan salib,
  • membunuh babi,
  • menghapus jizyah,
  • dan memerintah dengan keadilan.

Maknanya adalah beliau akan meluruskan kesalahpahaman tentang dirinya dan menegaskan kembali tauhid yang diajarkan seluruh nabi.

3. Mengapa Nabi Isa Turun Kembali?

Karena menurut Islam, Nabi Isa tidak wafat di tiang salib. Allah menyelamatkan dan mengangkat beliau kepada-Nya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 157–158.

Oleh sebab itu, kehidupan beliau di bumi belum berakhir. Beliau akan kembali menjelang Hari Kiamat, menyelesaikan misi yang Allah tetapkan, membunuh Dajjal, hidup beberapa waktu di bumi, kemudian wafat sebagaimana manusia lainnya.

4. Mengapa Bukan Nabi Muhammad yang Kembali?

Karena Nabi Muhammad ï·º telah menyelesaikan seluruh misi kerasulan yang dibebankan kepada beliau. Beliau telah menyampaikan risalah terakhir dan wafat sebagaimana ketetapan Allah.

Sebaliknya, Nabi Isa memiliki peran eskatologis (akhir zaman) yang memang belum selesai dan telah diberitakan sejak masa Rasulullah ï·º melalui banyak hadis sahih.

Kesimpulan

Dalam Islam, Nabi Isa membunuh Dajjal bukan karena beliau lebih tinggi daripada Nabi Muhammad ï·º.

Beliau melakukannya karena itulah tugas yang Allah tetapkan baginya dalam rangkaian peristiwa akhir zaman. Kedatangan kedua Nabi Isa juga bukan untuk membawa agama baru atau mendirikan ajaran baru, melainkan untuk:

  • menegakkan tauhid,
  • membantah pengkultusan terhadap dirinya,
  • mengikuti syariat Nabi Muhammad ï·º,
  • mengalahkan Dajjal,
  • lalu menjalani kehidupan normal hingga wafat.

Jadi, fokus ajaran Islam bukan pada "siapa yang lebih mulia karena membunuh Dajjal", melainkan pada hikmah Allah yang memberikan peran berbeda kepada setiap nabi dalam rencana-Nya terhadap sejarah manusia.

"Nabi Isa tidak kembali karena beliau lebih tinggi dari Nabi Muhammad ï·º, tetapi karena Allah menjadikan beliau bagian dari jawaban terhadap fitnah yang juga berkaitan dengan dirinya."

Jelas ya?



Bagaimana pendapat anda tentang artikel ini? Silahkan tulis komentar.

Posting Komentar

0 Komentar